
Awalnya, aku hanya mencoba untuk menenangkan diri tatkala otakku dipenuhi macam2 pikiran, sampe2 sulit sekali menemukan ide yang pas untuk matkul seminar 2 semester depan..akhirnya aku putuskan untuk tetep didepan laptop sambil mendengarkan lagu2 rohani dan sambil menikmati 'brunch' ku..hehehe..
Hatiku tergerak untuk membuka www.sabda.org karena aku ingat, pagi ini aku belum menjamah satu ayat pun. dan link inilah yang aku buka saat itu:
http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/10/22/
sebenarnya aku gak terlalu mengerti siapa Emily Warren Roebling...dan gak pernah lihat yang namanya brooklyn bridge..meski akhirnya aku bisa search di google dan bergumam "oh..ini to.." dan barulah aku tau..mengapa si emily ini jadi sejarah...
sekelumit kisahnya adalah seperti ini (lengkapnya ada di link tadi ya?)
Emily hanyalah wanita biasa. Ketika mertuanya meninggal, suaminya diminta melanjutkan sebuah proyek raksasa pembangunan jembatan. Namun, di tengah proses pembangunan itu, suaminya sakit-lumpuh, tuli, dan sulit berkomunikasi. Saat itulah, sang suami, dalam keterbatasannya, mengajarkan berbagai hal mengenai pembangunan jembatan. Emily pun menjadi asisten utama suaminya dan berusaha belajar teknik pembangunan sendiri. Pada 1870, sebuah jembatan sepanjang 1.825 meter terbentang kokoh di atas East River. Jembatan tersebut menghubungkan Brooklyn dan Manhattan di Amerika Serikat. Itulah Brooklyn Bridge, yang berhasil dituntaskan pembangunannya oleh Emily Warren Roebling.
jadi catet:
1. cuma wanita biasa
2. belajar sendiri teknik pembangunan
3. cuma membantu suami yang sakit aja..
tapi akhirnya apa?
liat Brooklyn bridge yang merupakan jembatan suspensi tertua di US, membentang sepanjang 1.825 m di atas East River yang menghubungkan New York City boroughs of Manhattan and Brooklyn. dan juga merupakan" the largest suspension bridge in the world and the first steel-wire suspension bridge"
wow..hebattt...
so...mengapa musti merasa minder ya? Tuhan pake yang biasa2 menjadi Luar Biasa...
meski awalnya aku yakin, emily juga bingung mau diapain nih jembatan..hehehe..tapi toh akhirnya...dia bisa juga..meski cuma membantu..tapi kontribusinya dan ktekunannya itu menjadi berkat buat orang lain sampe sekarang..dan yang pasti kesulitan itu menjadi berkat tersendiri.
ayat dari renungan ini adalah:
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5)
yup, every problem may come and go, but my eyes look up on You..
every problem is a chance to get a step higher..a step ahead..and a step stronger..

No comments:
Post a Comment